BTID melepasliarkan tukik maknai hari suci “Tumpek Kandang”

Denpasar (cvtogel login) – Bali Turtle Island Development (BTID), yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura di Bali, telah mengembalikan ratusan tukik ke laut di Serangan, Denpasar. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Tumpek Kandang, hari suci bagi umat Hindu yang menghormati satwa.

“Setiap kemajuan harus harmoni dengan alam. Tumpek Kandang menunjukkan bagaimana manusia, Serangan, dan alam saling menjaga,” ujar Zakki Hakim, Kepala Komunikasi BTID, di Denpasar, Bali, pada hari Minggu.

Acara pelepasliaran bayi penyu ini dihadiri oleh masyarakat dan pejabat Pemerintah Provinsi Bali di perairan Pulau Serangan, yang merupakan rumah bagi hewan yang terancam punah ini.

Pemimpin upacara Tumpek Kandang, I Made Sandya, menegaskan bahwa hari suci ini bukan hanya sekadar ritual rutin, namun juga sebagai pengingat bahwa manusia tidak seharusnya merasa lebih unggul dari makhluk lain.

“Menurut lontar-lontar Hindu, Tumpek Kandang adalah cara untuk menjaga keseimbangan Palemahan (lingkungan), serta bagaimana manusia dapat hidup selaras dengan alam dan hewan,” jelasnya.

Di sisi lain, salah satu warga yang berpartisipasi mengungkapkan ini adalah pengalaman pertamanya dalam pengeluaran tukik ke lautan.

Kegiatan ini juga berfungsi untuk mengajarkan generasi muda tentang pentingnya perhatian terhadap lingkungan dan konservasi satwa.

“Saya melepas enam tukik, karena enam adalah angka favorit saya. Saya berharap mereka akan kembali lagi suatu saat nanti, lebih besar dan lebih kuat,” kata salah satu anggota Sekaa Teruna-Teruni (Kelompok Muda-Mudi) Satya Hredaya Banjar Dukuh Serangan, Kadek Noni Purnama Dewi.

BTID mendukung upaya konservasi penyu yang dilaksanakan oleh Pusat Edukasi dan Konservasi Penyu atau Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan di kawasan tersebut.

Sejak tahun 2022, lebih dari 11 ribu tukik telah berhasil dikembalikan ke laut, dan pada tahun 2024, TCEC menemukan sekitar 95 sarang penyu di pesisir Serangan, meningkat dibandingkan dengan sekitar 80 sarang pada tahun 2023.

Selama 2024, lebih dari 7. 600 telur penyu telah diselamatkan, dan dari jumlah tersebut, sekitar 4. 000 telur telah menetas menjadi tukik dan dilepaskan kembali ke lingkungan aslinya.

TCEC juga menyediakan jalur edukasi ekowisata konservasi yang menarik pengunjung dari kalangan pelajar, wisatawan, hingga relawan untuk belajar tentang perawatan sarang, penetasan tukik, dan pentingnya peran masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem pesisir.

Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi untuk penyelamatan satwa laut, tetapi juga membantu perekonomian masyarakat Serangan melalui layanan akomodasi, suvenir, serta usaha kuliner lokal.

Selain kegiatan konservasi penyu, pengelola juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Denpasar untuk melakukan vaksinasi rabies bagi anjing di wilayah KEK Kura Kura Bali.